Belanja cabai dua ikat, tiga hari kemudian sebagian sudah berlubang dan berjamur. Kejadian ini hampir selalu berulang kalau cabai langsung dimasukkan ke kulkas begitu tiba di rumah. Kabar baiknya, menyimpan cabai sebenarnya sederhana. Kuncinya ada dua: jaga cabai tetap kering, dan cegah udara kulkas menyentuh permukaannya langsung.
Kenapa Cabai Cepat Busuk
Cabai busuk biasanya dimulai dari bagian yang lembap. Sisa air cuci, uap dari masakan lain di kulkas, atau tetesan dari wadah di atasnya membuat kulit cabai lembek lalu membusuk. Tangkai juga sering jadi titik awal kerusakan karena bagian ini paling mudah lembap dan menghitam.
Tekanan juga punya andil. Tumpukan cabai dalam plastik belanjaan yang terlalu penuh membuat cabai di dasar tergencet dan luka. Luka kecil itu cepat berubah jadi titik busuk, lalu menjalar ke cabai sehat di sekitarnya.
Menyimpan Cabai di Kulkas Agar Bertahan Lama
Untuk stok harian, kulkas adalah tempat terbaik menyimpan cabai, asalkan langkahnya benar:
- Gunakan cabai dalam kondisi kering. Jangan mencucinya sebelum disimpan, cuci cukup saat akan dipakai.
- Periksa satu per satu dan buang cabai yang lembek, berlubang, atau tangkainya menghitam.
- Bungkus dengan kertas tisu atau kertas dapur untuk menyerap kelembapan sisa.
- Masukkan ke wadah kedap udara atau plastik klip, simpan di rak tengah kulkas, bukan di pintu.
- Ganti kertas tisu setiap kali terasa lembap.
Dengan cara ini, cabai segar biasanya masih layak dipakai sampai satu sampai dua minggu. Waktu persisnya bergantung pada kondisi cabai saat dibeli, jadi kebiasaan membeli dalam porsi yang habis dipakai dua pekan tetap lebih aman daripada menimbun.
Menyimpan Cabai di Freezer untuk Stok Bumbu
Kalau belanja lebih banyak sekaligus, freezer bisa diandalkan. Cabai yang akan dihaluskan tidak perlu dicek satu per satu setiap pagi. Buang tangkainya, cuci, tirikan sampai benar-benar kering, lalu simpan dalam plastik klip atau wadah kedap sebelum dibekukan.
Cabai beku langsung siap diulek tanpa dicairkan, cocok untuk sambal dan bumbu tumisan. Teksturnya memang sedikit kendur setelah dicairkan, jadi simpan cabai beku untuk dihaluskan, bukan untuk diiris utuh sebagai taburan.
Kebiasaan lain yang membantu: haluskan sebagian cabai jadi bumbu siap pakai, bagi ke wadah kecil-kecil, lalu bekukan. Satu wadah untuk satu kali masak. Cabai yang sudah dihaluskan jauh lebih cepat rusak kalau dibiarkan dalam satu wadah besar dan dibuka tutup berkali-kali.
Bolehkah Cabai Disimpan di Suhu Ruang
Boleh, asalkan cepat dipakai. Cabai yang disebar tipis di nampan dan dijauhkan dari sinar matahari biasanya bertahan dua sampai tiga hari di ruang sejuk atau ber-AC. Cara ini cocok untuk cabai yang dipakai hari yang sama atau besoknya.
Yang tidak boleh: menyimpan cabai dalam plastik tertutup di suhu ruang. Uap dari cabai sendiri terjebak di dalam plastik, dan kelembapan itulah yang mempercepat busuk.
Tanda Cabai yang Sebaiknya Tidak Ikut Disimpan
Cabai dengan kulit mengkerut berat, bagian lunak yang menghitam, atau bau asam sebaiknya langsung dipisahkan sejak awal. Kerusakan di satu titik kecil masih bisa diselamatkan dengan membuang bagian itu, tapi jangan dipaksa ikut disimpan bersama yang sehat. Satu cabai rusak di wadah kedap udara bekerja cepat.
Menyimpan cabai dengan benar membuat stok bumbu dapur aman sampai akhir pekan. Untuk sayur daun, baca juga cara menyimpan sayur agar awet seminggu. Kalau tidak ingin repot memantau stok, cobalah belanja cabai bareng sayur mingguan lewat katalog PasarCirebon. Pesan hari ini, besok pagi dikirim, jadi cabai yang tiba di dapur Anda masih segar.